Partai Buruh Dukung Presidential Threshold Dihapus, Said Iqbal: Berbahaya Buat Negara!

Partai Buruh Dukung Presidential Threshold Dihapus, Said Iqbal: Berbahaya Buat Negara! Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Partai Buruh mendukung agar aturan ambang batas pencalonan presiden 20 persen dihapus. Presiden Partai Buruh Said Iqbal menilai besaran presidential threshold 20 persen berbahaya buat negara.

Menurutnya, ambang batas 20 persen berpotensi membuat polarisasi antara pendukung Capres satu dan lainnya menguat, sehingga dapat memunculkan isu-isu SARA.

"Demi sebuah jabatan, banyak pihak yang maju terkadang menghalalkan isu-isu SARA, isu perpecahan diangkat, isu-isu kerakusan untuk menduduki jabatan sehingga terpolarisasi bahkan sampai selesainya pilpres dan pileg. Ini berbahaya buat negara ini," kata Said dalam konferensi pers secara daring, Minggu (7/2/2022).

Terkait sejumlah partai yang berencana akan melakukan judicial review terhadap presidential threshold 20 persen, Said mengatakan Partai Buruh akan mencermati terlebih dahulu terhadap langkah itu.

Baca Juga: Ngarep Presidential Threshold Dihapus, Fahri Hamzah: Ada Nama Bagus-bagus Tapi Tak Bisa Maju

Baca Juga: Jangan Asal Kabulkan, DPR Diminta Revisi Presidential Threshold 0 Persen

"Kita cermati dan Partai Buruh ada waktunya kita putuskan untuk maju sebagai penggugat,  sebagai penggugat agar presidential threshold menjadi 0 persen. Sekarang kita cermati masih ada waktu. Kan pemilu 2024 ya, 14 Februari 2024 masih ada waktu 2 tahun." ungkapnya.

Di samping presidential threshold, Partai Buruh berencana juga berencana melayangkan gugatan terhadap parliamentary threshold. Said justru mengusulkan agar dibentuk ambang batas fraksi.

Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.

Selanjutnya
Halaman

Terkait

Terpopuler

Terkini

Populis Discover