Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman membahas Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar Smith saat acara Coffee Morning bersama dengan pimpinan redaksi sejumlah media massa di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).
Jenderal Dudung menyentil sosok Habib Rizieq Shihab dan Habib Bahar bin Smith yang seharusnya tak perlu bertindak atau berbicara yang macam-macam.
"Coba kalau Habib Smith itu enggak usah ngomong macam-macam, sudah lah. Rizieq Shihab juga pulang dari sana, udah diam, enggak usah macam-macam, ibadah yang baik, berbuat yang baik, enggak usah ngata-ngatain, enggak usah berbuat apa-apa, udah," ucap Dudung yang dikutip pada Selasa (8/2/2022).
Baca Juga: Bandingin Sama Presiden Sebelumnya, Zaman SBY Saja Ditegur Lho... Pak Jokowi Gak Minat Negur Luhut?
Baca Juga: Klarifikasi Jenderal Dudung: Tuhan itu Maha Tahu, Ngapain Doa Pakai Bahasa Arab?
Dudung melanjutkan terkait hukum atraktif dan balasan atas perbuatan seseorang. Dia menuturkan, jika seseorang berbuat baik, maka akan memperoleh balasan yang baik, begitu pula sebaliknya.
Baca Juga: Menag: Sudahlah, Pernyataan Jenderal Dudung Tak Perlu Diributkan
"Jadi apa yang terjadi dalam diri kita itu sebetulnya identik dengan apa yang kita perbuat kepada orang lain. Kalau kita baik, maka kita akan, ini hukum atraktif, kalau kita baik, kita akan baik. Kalau kita jelek pada orang, tinggal tunggu aja. Kalau di balik itu istilahnya..pasti akan ada balasannya," tambah Dudung menjelaskan.
Sebelumnya, mantan Pangkostrad itu membandingkan dengan Presiden Jokowi. Dia mengaku pernah diajak berbincang dengan Jokowi selama 45 menit. Dalam pertemuan itu, Dudung mengatakan jika mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sama sekali tidak pernah membicarakan orang apalagi keburukan orang.
Baca Juga: Meroketnya Covid-19, SE Kemenag Terbaru: Jamaah Jaga Jarak 1 Meter Hingga Khutbah 15 Menit
“Saya pernah bicara 45 menit dengan Pak Jokowi. Pak Jokowi tidak pernah menjelek-jelekan orang. Hatinya bersih, makanya mungkin itu yang membuat Tuhan menjadikan beliau presiden,” ucap Dudung.
Lihat Sumber Artikel di Republika Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan Republika.